BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »
Daisypath Anniversary tickers
Lilypie - Personal pictureLilypie Second Birthday tickers
free counters

Thursday, January 14, 2010

Bayi berusia kurang dari satu tahun, *tidak perlu* dan *tidak boleh* diberi perasa tambahan, yaitu *gula atau garam tambahan*.

*Mengapa tidak boleh diberi tambahan garam?*

Karena ginjal bayi *belum cukup kuat*, *belum cukup matur*. Kita tahu bahwa
salah satu tugas utama ginjal adalah membuang sisa-makanan minuman, obat,
racun. Nah kalau ginjal belum mampu berfungsi dengan full capacity maka
proses pembuangan zat-zat tadi juga tidak lancar, salah satunya ya Natrium
di garam sehingga *Natrium yang menumpuk* itu bisa membuat* edema alias
bengkak air* karena airnya tertahan di tubuh bayi.



Garam adalah NaCL ; Na alias Natrium memang mineral yang dibutuhkan oleh
tubuh, akan tetapi kebutuhannya sudah tercukupi dari ASI, susu formula
(kalau anakmu tidak ASI) dan dari makanan yang dia makan.



*Mengapa tidak boleh gula?*

Pernah lihat piramida makanan? Gula terletak di puncak piramida dan
senantiasa disertai statemen bahwasanya kebutuhan akan gula amat sangat
sedikit dan sudah terpenuhi dari makanan yang dikonsumsi anakmu. *Kelebihan
gula* akan disimpan dan ubah menjadi lemak, artinya, kelebihan gula akan
membuat anakmu *mengalami obesitas*. Konsumsi gula di usia dini juga
*meningkatkan
risiko diabetes melitus tipe 2*.



Di lain sisi, dengan tidak memberikan garam atau gula tambahan, anakmu
belajar mengenal rasa asli dari makanan yang diberikan. Lagi pula bayi usia
tersebut, belum membutuhkan rasa manis dan asin seperti layaknya orang
dewasa. Oleh karena itu jika kita membuat jus untuk bayi kita, jangan
tambahkan gula lagi. Biarkan bayi mengenal rasa buah misalnya jeruk, sebagai
rasa jeruk itu sendiri bukan rasa jeruk ditambah gula.

Begitu pula dengan biskuit tidak perlu ditambahkan teh manis, nanti dia
tidak bisa mengenali rasa biscuit aslinya tanpa teh manis. Sedangkan bila
sudah berusia di atas 1 tahun, bayi sudah boleh diperkenalkan dengan makanan
rumah (makannya sama dengan makanan yang kita makan) dengan catatan tetap
rendah garam dan sesedikit mungkin gula. Kaidah ini berlaku untuk semua
orang lho. Coba deh baca panduan dietetik. Selalu ada klausul seperti ini …
dengan pola makan sehat ini kita mencegah berbagai kemungkinan penyakit.



Soal makanan, coba deh kamu baca-baca jawaban saya terdahulu. Nasi tim sih
boleh saja tetapi jangan dibalik, jangan sampai anakmu setiap hari makannya
hanya nasi tim …kan salah satu panduan pemberian MPASI adalah berikan
makanan yang bervariasi. Buat menu seminggu yang bervariasi, kalau memang
jatahnya nasi tim hehehe jangan campur aduk semua menjadi satu., gak enak
dipandang mata, gak enak di lidah, anak jadi tak mengenal rasa sayur.



usia 9 bulan juga harus mulai kasar lho. maksudnya, sebenarnya saat ini kamu
sudah boleh memberikan nasi lembek (tidak keras tapi bukan selembut nasi
tim). Anak harus belajar mengunyah dan diperkenalkan bentuk makanan semakin
mirip dengan yang akan dia nikmati nantinya.


- Wati -



Untuk bayi, bahan makanan yang sebaiknya dihindari adalah sebagai berikut:

1. Bayi usia kurang dari 6 bulan
- Gandum, barley, havermout dan produk olahannya (roti dan
sereal)
yang mengandung gluten
- Telur
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
- Ikan dan kerang-kerangan
- Susu sapi segar
atau susu formula
dan produk olahan
susu (seperti
yogurt )
- Jus buah yang rasanya asam, seperti jeruk lemon dan jeruk nipis.
- Bumbu masak atau penambah cita rasa, seperti garam, gula, kecap,
madu dan bahan pemanis lainnya
2. Bayi usia 6-12 bulan
- Kacang-kacangan, terutama kacang tanah
- Garam, gula, madu dan bahan pemanis lainnya
3. Bayi usia lebih dari 12 bulan
- Kacang-kacangan, terutama kacang tanah
- Makanan diet atau makanan yang rendah lemak
- Garam dan gula digunakan seminimal mungkin

Perlu diketahui, pemberian makanan padat pada bayi hanya ditujukan bagi
perkenalan rasa dan tekstur makanan, bukan sebagai upaya untuk memenuhi
kebutuhan gizinya. Makanan utamanya masih ASI atau pengganti ASI.

(dari web sehat, kalo ga salah)



*Penggunaan Garam, Gula dan Penyedap*

Jangan pernah memberi garam (maupun bumbu penyedap lainnya: merica, kaldu
bubuk, gula, dll)

pada makanan bayi kita. Pemberian garam (yang mengandum sodium) terlalu dini
kepada bayi bisa

menyebabkan ginjal mereka rusak. Selain itu, *pada saat mereka dewasa*,
mereka lebih *mudah*

*terkena hypertensi* (tekanan darah tinggi).



*INGAT: *Bayi tidak mengenal definisi hambar karena mereka baru belajar
mengenai rasa. Kalau kita

membiasakan pemberian makanan non-hambar sejak dini, bayi pun akan gampang
menolak

makanan yang cenderung hambar saat dia dewasa. Perhatikan saja kita sendiri,
makan apapun

selalu diberi ekstra garam, atau ekstra sambal, atau ekstra gula, atau
ekstra kecap dan bahkan

ekstra vetsin! *(WM/DS/PP)*

Sumber:

*Safely Preparing Homemade Baby Food,
http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm*


Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI

Tingkatkan tekstur, frekuensi dan porsi makanan secara bertahap

Seiring dengan pertumbuhan anak antara 6 sampai 24 bulan, maka sesuaikan
tekstur, frekuensi dan porsi makanan sesuai usia anak. Jangan lupa untuk
melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih dengan frekuensi
sesuka bayi. Kebutuhan energi dari makanan hádala sekitar 200 kcal/hari
untuk bayi usia 6-8 bulan, 300 kcal/hari untuk bayi usia 9-11 bulans, dan
550 kcal/hari untuk anak usia 12-23 bulan

Makanan pertama sebaiknya adalah golongan beras dan sereal karena berdaya
alergi rendah. Beras dan sereal disangrai dan dihaluskan menjadi tepung, tim
dengan air secukupnya sampai matang, kemudian campurkan dengan ASI atau air
matang untuk membentuk tekstur semi cair.

Secara berangsur-angsur perkenalkan sayuran yang dikukus dan dihaluskan dan
kemudian buah yang dihaluskan, kecuali pisang dan alpukat matang, jangan
berikan buah/sayuran mentah.

Setelah bayi dapat mentolerir beras/sereal, sayur dan buah dengan baik,
berikan sumber protein (tahu, tempe, dg ayam, ati ayam & dg sapi) yang
dikukus dan dihaluskan.

Setelah bayi mampu mengkoordinasikan lidahnya degan lebih baik, secara
bertahap bubur dibuat lebih kental (kurangi campuran air), kemudian menjadi
lebih kasar (disaring kemudian cincang halus), lalu menjadi kasar (cincang
kasar) dan akhirnya bayi siap menerima makanan padat yang dikonsumsi
keluarga.

Sejumlah jenis makanan harus ditunda pemberiannya karena merupakan pencetus
alergi, sedangkan sejumlah jenis lainnya harus ditunda pemberiannya karena
mempunyai kandungan dan bentuk yang berbahaya bagi anak di usia tertentu.

1 comments:

Mignonne said...

tes tes tes.........